logoblog

Cari

Tutup Iklan

NTB Raih Posisi Ketiga Laju Pertumbuhan IPM Se Indonesia

NTB Raih Posisi Ketiga Laju Pertumbuhan IPM Se Indonesia

“ Meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari 65,81 pada tahun 2016 kemudian naik menjadi 66,58 di

Pengumuman

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
17 April, 2018 11:55:06
Pengumuman
Komentar: 0
Dibaca: 1394 Kali

“Meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari 65,81 pada tahun 2016 kemudian naik menjadi 66,58 di tahun 2017 sudah mengangkat Provinsi NTB menduduki level pada peringkat ke 29 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia,”

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Ir. Endang Tri Wahyuningsih, MM ,  di damping oleh Kabid Nerava Wilayah dan analisa statistik Ir. I Gusti Lanang Putra, Kabid Statistik Distribusi Ir. Lalu putradi, perwakilan Bank Indonesia cabang NTB, saat press converence pada kegiatan sosialisasi beberapa data terbaru BPS Provinsi NTB, Senin (16/4) di Aula kantor BPS Provinsi NTB.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Ir. Endang Tri Wahyuningsih, MM bahwa,  IPM NTB masih berada pada kategori IPM sedang, dengan laju pertumbuhan mencapai 1,17 persen.

Ada beberapa indicator dalam menunjang peningkatan IPM NTB tahun 2017 ini, antara lain Semua komponen mengalami peningkatan seperti umur Harapan Hidup (UHH) meningkat menjadi 65,55 tahun dengan peningkatan sebanyak 0,07 tahun.

Sedangkan pada sektor pendidikan, meningkat angka Harapan Lama Sekolah (HLS) menjadi 13,46 tahun dengan penambahan sebanyak 0,3 tahun. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) meningkat menjadi 6,90 tahun dengan penambahan sebanyak 0,11 tahun.

Sedangkan Pengeluaran Per Kapita Per Tahun bertambah menjadi Rp 9.877 ribu dengan peningkatan sebesar Rp 302 ribu. “ Beberapa hal tersebut mendongrak IPM kita,” ujar Kepala BPS.

Capaian IPM Provinsi NTB dalam 7 tahun terakhir cukup menggembirakan  dan terus mengalami kemajuan. IPM Provinsi NTB meningkat dari 61,16 pada tahun 2010 menjadi 66,58 pada tahun 2017. Selama periode 2010-2017, IPM Provinsi NTB tumbuh 8,85 persen dengan status capaian IPM sedang. Laju pertumbuhan IPM 2017 dibandingkan 2016 juga cukup tinggi.

 

Baca Juga :


“Kita berada pada urutan ke tiga yaitu 1,17 persen. Sedangakn urutan pertama Provinsi Papua 1.79 persen dan yang kedua provinsi Papua Barat sebesar 1,25 persen,” jelas kepala Endang Tri Wahyuningsih.

IPM se NTB,  Kota Mataram menduduki perinkat pertama 77,84 persen,  Kota Bima masih menduduki peringkat kedua 74,36 persen, menyusul Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) 70,08 tingkat IPM 3 besar paling tinggi diantara Kabupaten/Kota Provinsi NTB memasuki kategori IPM tinggi di tahun 2017.

Sedangkan kategori sedang, Kabupaten Lombok Barat mendududki peringkat ke empat 66,37 persen, Kabpaten Dompu berada pada urutan lima dengan 66,33 persen,  Kabuapten Sumbawa pada posisi enam dengan 65,84 persen,  Kabupaten Bima pada urutan tujuh dengan 65,01 persen, pada posisi kedelapan Kabuapten Lombok Timur dengan 64,37 persen, Kabupaten Lombok Tengah dengan 64,36 persen pada posisi Sembilan dan Kabupaten Lombok Utara pada peringkat sepuluh dengan 63,04 persen.

Level IPM Provinsi NTB berada di bawah level Nasional. Selisih IPM Provinsi NTB dengan Nasional pada tahun 2010 cukup lebar yaitu sebesar 5,37 poin. Seiring dengan berjalannya waktu, selisih ini semakin menipis menjadi 4,23 poin pada tahun 2017. Artinya NTB semakin berbenah dan berusaha mengejar ketertinggalan dengan Nasional.

“Artinya peningkatan IPM itu terus bergerak dan tidak berada pada angka tetap, hal ini menunjukan bahwa kita terus bergerak, berusaha untuk lebih maju lagi,” tegas Endang Tri Wahyuningsih. (Edy/San/Man)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan