Jika Ahok Belum Ditahan, Jakarta Kembali Dikepung 2 Desember 2016

KMBOLO.COM—Umat Islam dari berbagai penjuru daerah di Indonesia terus menuntut agar Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T Purnama alias Ahok, segera ditahan setelah Bareskrim Mabes Polri menetapkan Ahok menjadi tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

Bahkan akan ada aksi demo besar-besaran Jilid II bilamana Basuki T Purnama alias Ahok tersangka dugaan penistaan agama itu, tidak ditahan oleh penyidik Kepolisian Mabes Polri.  

Rencana aksi demo besar-besaran dibawah komando Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI), akan terjadi pada tanggal 2 Desember 2016 mendatang.

Agenda aksi pada 2 Desember 2016 nanti menuntut agar Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T Purnama alias Ahok segera ditahan.

            Meskipun Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri, namun seluruh elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI belum merasa puas. Pasalnya, Ahok yang kini menjadi calon Gubernur DKI periode 2017-2022, tersangka melakukan penistaan agama tersebut, masih bisa melakukan konsolidasi dalam kampanye pemilihan gubernur DKI.

            Koordinator GNPF Munarman mengatakan, polisi seharusnya menahan Ahok tidak hanya ditetapkan sebagai tersangka. Apalagi Ahok juga telah dicekal untuk tidak ke luar negeri.

            “Bisa berpotensi untuk menghilangkan barang bukti berupa perekam yang disita oleh aparat kepolisian, termasuk perangkat rekaman resmi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berada dibawah wewenangnya,” kata Munarman dalam jumpa Pers di AQL Islamic Center Tebet, Jakarta Selatan, Jum’at (18/11/2016).(cen/adi) -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru