Pola Baru Golput di NTB

KMBOLO.com—Devisi Umum, Rumah Tangga, Perencanaan, Keuangan dan Logistik KPU Kabupaten Bima Drs Muhammad Taufik mengungkapkan, ada kelompok masyarakat yang memilih tidak berpartisipasi saat Pilkada dan Pemilu, tidak saja sengaja tak hadir di TPS. Tetapi sebagiannya hadir, tapi sengaja membuat surat suara batal.

“Pola itu umumnya terjadi di wilayah NTB, termasuk di Kabupaten Bima. Bahkan telah menjadi bahan penelitian Komisi Pemilihan Umum (KPU),” katannya.

“Ini telah diteliti. Mereka datang ke TPS, tapi penggunaan hak suaranya dengan cara membuat batal. Itu salah satu pola golput sekarang,” lanjut Taufik.

Pemilih tersebut berpandangan, salah satu alasannya karena hasil pencoblosan mereka akan melahirkan pemimpin atau wakil rakyat yang tidak sesuai ekspektasi publik dan tidak amanah dalam memimpin, atau malah memanfaatkan jabatannya untuk melancarkan korupsi.

“Ini terjadi secara umum di NTB. Karena pemikiran mereka, jika hak suara tidak diberikan,  maka takutnya disalahgunakan,” kata Taufik.

Devisi Hukum, Pengawasan, Organisasi dan Pengembangan SDM KPU Kabupaten Bima, Yuddin Chandra Nan Arif SH MH menambahkan, sampai sekarang belum ada peraturan yang mengatur tentang sanksi bagi penduduk yang Golput.

“Di negara-negara maju, salah satunya Australia, mewajibkan penduduknya untuk memilih,” banding Taufik.(adi)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru