Insiden Pemilu 2019.

Oleh: Suciati (Mahasiswa Kampus UMMAT)

Pemilihan Umum 2019 adalah pemilihan legislatif dengan pemilihan presiden yang diadakan secara serentak. Hal ini dilakukan berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi yang bertujuan untuk meminimalkan pembiayaan negara dalam pelaksanaan pemilu, meminimalisir politik biaya tinggi bagi peserta pemilu, serta politik uang yang melibatkan pemilih, penyalahgunaan kekuasaan atau mencegah politisasi birokrasi, dan merampingkan skema kerja pemerintah. 

Sistem pemilu yang dianut di Indonesia saat ini adalah sistem pemilu yang dilakukan dalam tahapan pemilu legislatif (pileg), pemilu presiden (pilpres) serta pemilihan kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota (pilkada). 

Pemisahan sistem pemilu tersebut, dinilai kurang efektif dan efesien dalam pelaksanaan pemilu yang menganut pemerintahan sistem presidensial, karena menimbulkan berbagai permasalahan, seperti konik yang terus terjadi antara berbagai kepentingan kelompok maupun individu, pemborosan anggaran dalam penyelenggaraannya, maraknya politik uang, politisasi birokrasi, serta tingginya intensitas pemilu di Indonesia. Terlepas dari itu Pemilu serentak 2019, satu keprihatinan yang lahir salah satunya adalah banyaknya petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit bahkan hingga meninggal dunia. 

Terkait dengan peristiwa itu, tumpukan pekerjaan yang menyita waktu istirahat petugas KPPS paling banyak dialami. Mereka bekerja dari sehari sebelum hari pencoblosan dengan menyiapkan perlengkapan pemilu, lalu berugas saat hari pencoblosan hingga dini hari karena penghitungan suara. Dari catatan, rata rata petugas yang meninggal hampir 60% berusia di atas 40 tahun. Dalam usia ini cukup rentan dari segi kesehatan. Intensitas penyelenggaraan pemilu, pilpres dan pilkada yang terlampau sering tersebut berdampak pada rendahnya tingkat partisipasi sebagai akibat kejenuhan publik.

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia menganut Sistem Multipartai. Sistem Multipartai adalah berbagai sebuah sistem yang terdiri atas berbagai partai politik yang berlaga dalam pemilihan umum, dan semuanya memiliki hak untuk memegang kendali atas tugas-tugas pemerintah, baik secara terpisah atau dalam koalisi. 

Menurut saya sistem multipartai tidak baik. Karena dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat dan saling menjatuhkan antara partai satu dan yang lainnya. Partai-partai politik dalam arti tidak sehat melakukan money politic dan memberikan uang kepada rakyat agar memilih partai tersebut.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru